Berita

Tingkatkan Kemampuan Penyusunan Strategi Pembentukan Citra, Kemenko Marves Gelar Workshop Pembangunan Branding Institusi

Dibaca: 27 Oleh Rabu, 23 Juni 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Kemampuan Penyusunan Strategi Pembentukan Citra, Kemenko Marves Gelar Workshop Pembangunan Branding Institusi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves — Jakarta, Branding adalah proses kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat identitas diri pada masyarakat. Sebagai institusi pemerintah, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) perlu untuk mengenalkan identitas diri agar program kerjanya dikenal oleh masyarakat. Berkaitan dengan hal ini, Biro Komunikasi menggelar sebuah Workshop bertajuk Building Corporate Branding pada Hari Rabu (23-6-2021) secara virtual.

Workshop yang diikuti sejumlah 70-an orang dari semua unit kerja di Kemenko Marves ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kemenko Marves Agung Kuswandono. Dalam sambutannya dia mengingatkan pentingnya lembaga Kemenko Marves untuk mengenalkan identitasnya kepada masyarakat luas. “Mengenalkan brand Kemenko Marves kepada masyarakat sangat penting supaya mereka dapat memahami tugas dan fungsi Kemenko Marves sebagai kementerian koordinator yang memimpin tujuh kementerian dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap agar melalui pelatihan yang digelar secara virtual tersebut, muncul kesadaran mengenai pentingnya menyusun strategi untuk membangun identitas Kemenko Marves. “Membangun brand perlu dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, yang dapat diawali dengan mengenalkan logo Kemenko Marves, yang sayangnya hingga kini kurang disosialisasikan dengan baik di kalangan internal,” ingat Sesmenko Agung.

Baca juga:  Menko Marves PressConference di BP batam

Sebelumnya, Kepala Biro (Karo) Komunikasi Andreas Dipi Patria dalam laporannya mengakui bahwa masih ada kelompok masyarakat yang kurang mengenal eksistensi Kemenko Marves. “Saya ingat cerita Pak Sesmenko bahwa pada masa awal berdirinya Kemenko Marves, masyarakat ada yang masih sulit membedakan antara Kemenko Marves yang saat itu masih bernama Kemenko Kemaritiman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), indikasinya adalah ketika mereka diminta menyebutkan nama Menko Maritim yang disebut bukan Pak Luhut tapi Bu Susi (MenKP),” tuturnya.

Menyadari fakta tersebut, lanjut Karo Andreas, Biro Komunikasi lantas menginisiasi sebuah pelatihan yang tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pegawai Kemenko Marves dalam menyusun strategi membangun citra. “ Dengan kondisi banjirnya informasi seperti saat ini, kita perlu mencari strategi agar masyarakat tidak hanya mengenal institusi ini saja namun juga mengenal apa yang dikerjakan oleh institusi ini,” pungkasnya.

Digelar selama kurang lebih empat jam, workshop ini diisi oleh dua narasumber, yakni Head of Corporate Communication PT Chandra Asri Chrysanthi Tarigan dan Managing Editor Liputan6.com Edu Krisnadefa. Chrysanthi atau yang akrab dipanggil Santi menyampaikan bahwa brand adalah value (nilai) yang ditanamkan ke masyarakat dan disepakati oleh mereka. Diapun lantas menyontohkan tentang harga sebuah kaos putih yang sejatinya hanya bernilai tidak lebih dari 5 dollar, namun ketika produk tersebut dipakai oleh seorang musisi Hip Hop papan atas Amerika Serikat, harga kaos tersebut melonjak hingga 100 dollar.

Baca juga:  Menko Marves Pimpin Rapat terkait Investasi Hydropower dan Iron ore

“Meskipun tantangan untuk membangun brand agak sedikit berbeda dengan perusahaan swasta, namun membangun identitas diri tetap penting bagi Kemenko Marves. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kisah-kisah humanis dari penerima manfaat program kerja yang dilakukan oleh instansi ini,” saran Santhi. Selain itu, lanjutnya, yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan karyawan sebagai ‘duta merek’ sebagai endorser (pendukung) bagi program kerja yang dilaksanakan oleh Kemenko Marves. “Ada studi yang membuktikan bahwa orang lebih mempercayai keterangan atau kesaksian dari teman daripada keterangan atau penjelasan yang diberikan oleh orang yang sama sekali belum dikenal,” sebut Santhi. Oleh karena itu, penting bagi Kemenko Marves untuk merangkul karyawan untuk mengkomunikasikan kegiatan kerja Kemenko Marves melalui media sosial mereka.

Kemudian, pada sesi kedua, Edu Krisnadefa, menyampaikan pentingnya pemanfaatan jejaring dan mesin peramban untuk membantu mengklarifikasi atau mengonfirmasi informasi-informasi palsu. “Informasi hoaks atau disinformasi sangat berpotensi menimbulkan krisis bagi lembaga. Oleh karena itu, Kemenko Marves perlu optimal menggunakan mesin peramban seperti Google untuk mengonfirmasi kebenaran sebuah informasi kemudian mendistribusikan informasi tersebut melalui jejaring yang sebelumnya sulit ditembus oleh kanal konvensional seperti media mainstream,” kata Edu. Sebagai seorang pegiat komunitas dan media, diapun lantas berjanji untuk dapat melakukan kerja sama kontra narasi atas berita hoaks dengan Kemenko Marves.

Baca juga:  RSPJ Ekstensi Asrama Haji Pondok Gede Siap Beroperasi sebagai RS Rujukan COVID-19 di Jakarta

Menutup kegiatan workshop, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kemenko Marves Khairul Hidayati menyampaikan apresiasi kepada kedua pemateri tersebut. Diapun kemudian mengajak para peserta untuk turut berperan aktif bersama dengan humas membangun identitas Kemenko Marves. “Kami berharap bapak-ibu peserta Workshop dapat bekerja sama dengan Biro Komunikasi untuk terus mengkomunikasikan program kerja yang telah kita laksanakan bersama, salah satunya adalah dengan berpartisipasi aktif baik dalam mengisi konten media sosial Kemenko Marves maupun memanfaatkan kanal media sosialnya untuk menyampaikan kinerja Kemenko Marves,” tuturnya.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel