FotoBerita DeputiDeputi 2

Tingkatkan Kerja Sama Di Bidang Konservasi, Riset, dan Inovasi, Kemenko Marves Adakan Pertemuan Bilateral Bersama RRT

Dibaca: 7 Oleh Selasa, 4 Mei 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Kerja Sama Di Bidang Konservasi, Riset, dan Inovasi, Kemenko Marves Adakan Pertemuan Bilateral Bersama RRT
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-299/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves – Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan pertemuan bilateral secara daring dengan National Development and Reform Commission (NDRC) Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara kedua negara pada bulan September 2020 lalu. Pertemuan ini dititikberatkan pada pembicaraan implementasi kerja sama di bidang konservasi, riset, dan inovasi terkait tanaman herbal Indonesia (29-04-2021). Melalui pertemuan ini hadir Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti dan Penasehat Menko Marves Bidang Kerja Sama Tiongkok Jona Widhagdo Putri yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan.

“Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri RRT Wang Yi telah sepakat untuk meluncurkan inisiatif kerja sama ini pada KTT G20 pada tahun 2022, untuk itu kita perlu menyiapkan langkah program kerja sama yang implementatif dan menunjukkan hasil yang signifikan dan layak untuk diserahkan kepada Presiden kami,” ujar Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konserasi Sumber Daya Alam Saleh Nugrahadi yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti melalui pertemuan daring bersama pihak RRT.

Baca juga:  Menko Luhut mendampingi Menlu Cina mengunjungi The Kaldera

Dalam sambutannya, Huang Yong selaku Direktur NDRC yang hadir bersama jajaran, Universitas Zhejiang dan China Sinopharm Healthcare Industry Company; menegaskan pentingnya kerjasama ini. “Pengobatan tradisional Tiongkok telah menjadi jalur strategis bagi Tiongkok untuk mempromosikan hubungan bilateral dengan berbagai negara, selain itu program ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat demi masa depan bersama bagi umat manusia,” ujarnya.

Kerja sama konservasi, riset, dan inovasi pengembangan tanaman herbal Indonesia – RRT melibatkan beberapa lembaga seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan lembaga pendidikan nasional dari Indonesia.

“Dalam implementasi kerja sama ini, pemerintah sepakat akan menggandeng Universitas Zhejiang, dan Institut Teknologi Del (IT-Del) sebagai lembaga pendidikan perwakilan dari kedua negara untuk bersama merancang program penelitian bersama dan peningkatan kapasitas SDM untuk pengembangan tanaman obat dan turunannya,” tambah Deputi Nani pada kesempatan terpisah.

Kerja sama ini sudah mulai berjalan dan nantinya berbentuk pengembangan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Dengan ketinggian wilayah mencapai di 1400-1600 meter di atas MSL di sekitar Danau Toba, daerah ini dianggap cocok dikembangkan sebagai kawasan pengobatan, “TSTH yang merupakan bagian dari zona bioekonomi di Sumatera Utara telah dicanangkan sebagai Program Prioritas Nasional, oleh karena itu perkembangannya terus kami pantau,” papar Penasehat Menko Jona.

Baca juga:  Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian Berbiaya Nol dengan Andhra Pradesh

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini, masing-masing perwakilan menyampaikan saran masukan dan harapan mengenai pengembangan dan pemanfaatan tanaman herbal, juga tidak ketinggalan akses pasar terhadap bahan baku obat herbal yang hanya ada di Indonesia, termasuk kendala yang dihadapi.

Di akhir acara, pihak RRT menyambut baik ide pengembangan bahan baku obat herbal dari Indonesia dan akan memberikan dukungan berupa pertukaran peneliti dan training bagi peneliti dan pelaku industri farmasi berbasis herbal dari Indonesia di China.

Melalui pertemuan bilateral ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kerjasama kedua negara dalam pengembangan jamu di Indonesia dan meningkatkan investasi antara kedua negara dengan prinsip saling menguntungkan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel