BeritaFoto

Tingkatkan Kualitas SAKIP, Kemenko Marves Lakukan Percepatan Penerapan Reward Dan Punishment Berbasis Kinerja

Dibaca: 30 Oleh Selasa, 22 Juni 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Kualitas SAKIP, Kemenko Marves Lakukan Percepatan Penerapan Reward Dan Punishment Berbasis Kinerja
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-381/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2021

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) telah menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sejak tahun 2016, dan sudah memperoleh predikat B sejak tahun 2017. Namun demikian capaian SAKIP Kemenko Marves dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hingga tahun 2020 masih tetap pada predikat B dengan nilai 68, 97 dari target 70. Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves), Agung Kuswandono melalui rapat virtual pada, Selasa (22-6-2021).

“Tahun 2021, Kemenko Marves menargetkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 80 dengan predikat A. Dibutuhkan 11,03 point untuk mencapai target tersebut. Tentunya hal ini membutuhkan penguatan strategi,” kata Sesmenko Agung .

Menurut Sesmenko Agung, penerapan _reward_ dan _punishment_ berbasis kinerja telah menjadi rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sejak tahun 2018. Hal ini akan memperkuat budaya kinerja di lingkup Kemenko Marves dan menunjukkan kualitas manajemen kinerja.

Baca juga:  Kemenko Marves Koordinasikan Rencana Pembangunan WLP Muara Sungai Cisadane

“Peraturan Pemerintah 30 tahun 2019 tentang penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperkuat dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 8 Tahun 2021 juga mengamanatkan hal ini. Secara internal, Permenko Nomor 1 Tahun 2021 tentang sistem akuntabilitas kinerja  Marves juga mengamanatkan hal yang sama,” lanjut Sesmenko Agung.

Terkait hal ini dia mengatakan, penerapan _reward_ dan _punishment_  berbasis kinerja ini perlu menjadi perhatian bersama untuk segera diterapkan sehingga kualitas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)  semakin meningkat.

“Kita perlu memutuskan komponen apa yang menjadi dasar penghitungan, mekanisme pemberian, legal formal penerapan dan apa alat bantu yang perlu disiapkan,” pungkas Sesmenko Agung.

Kepala Biro Perencanaan Kemenko Marves Arif Rahman yang turut hadir dalam rapat vitual menyampaikan paparanya terkait penerapan _reward_ dan _punishment_ berbasis kinerja.

“Dalam pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ada beberapa strategi yang dapat dilakukan diantaranya, peningkatan kualitas sdm  pengelola sakip melalui bimbingan teknis, diklat, _workshop_ dan _benchmarking_ dan percepatan penerapan _reward_ dan _punishment_ berbasis kinerja pada semua level,” kata Karoren Arif.

Baca juga:  Gerhana Matahari Total Terlihat di Belitung Selama 2 Menit 10 Detik

Terkait _reward_ dan _punishment_ ini, dia mengatakan, _reward_ yang diberikan individu pegawai jika kinerjanya tercapai adalah tunjangan kinerja 100%, pemberian penghargaan, diberikan kemudahan pelatihan di dalam dan luar negeri. Dan jika pegawai yang kinerjanya tidak menjacai target,  punishment nya adalah pemotongan tunjangan kinerja per pegawai di semua level.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel