ArtikelBerita

Tingkatkan Volume Ekspor Batu Bara Indonesia, Menko Luhut Hadiri Pertemuan Virtual Pengadaan Batu Bara Impor Indonesia-Tiongkok 2020

Dibaca: 44 Oleh Rabu, 25 November 2020November 26th, 2020Tidak ada komentar
Tingkatkan Volume Ekspor Batu Bara Indonesia, Menko Luhut Hadiri Pertemuan Virtual Pengadaan Batu Bara Impor Indonesia-Tiongkok 2020
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves — Jakarta, Untuk mempromosikan ekspor batu bara Indonesia, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan hadiri pertemuan Pengadaan Batu Bara Impor Indonesia-Tiongkok  secara virtual pada Hari Rabu (25-11-2020). “Acara pada pagi hari ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu untuk terus berlayar di masa dengan penuh ketidakpastian seperti saat ini,” ujarnya diawal sambutan.

Diapun menyebutkan bahwa perdagangan batu bara antara negara Indonesia dan Tiongkok ini merupakan hubungan kerja sama ekspor-impor terbesar di pasar batu bara lintas laut global. “Berdasarkan volumenya, Tiongkok adalah tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia yang kemudian diikuti oleh India, Korea Selatan, dan Jepang dari tahun 2017 hingga 2019,” jelasnya.

Lebih jauh, Menko Luhut menyampaikan bahwa pasar Tiongkok dalam ekspor batu bara Indonesia telah berkontribusi pada PDB Indonesia secara keseluruhan dengan perkiraan USD 5.8 miliar pada tahun 2019 dan akan tetap signifikan di masa mendatang. “Tiongkok merupakan mitra strategis komprehensif Indonesia, hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara semakin meningkat khususnya dalam 6 tahun terakhir,” tambahnya.

Baca juga:  Pemerintah RI-World Bank Ajak Influencer kurangi sampah plastik

Kerja sama di bidang batu bara antara kedua negara juga menjadi perhatian pimpinan kedua negara. Tiongkok menyambut baik peningkatan impor batu bara dari Indonesia. Secara teknis, sambung Menko Luhut, pada saat pertemuan Bilateral antara dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden RI dengan anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar negeri Tiongkok Wang Yi, kedua tokoh tersebut mendiskusikan perihal peningkatan kerja sama batu bara. “Bapak Wang Yi memberikan respon sangat positif, Menteri MOFCOM dan Bapak Dubes Xiao Qian juga sangat mendukung usulan ini, maka dari itu hari ini kita menyelenggarakan Pertemuan Virtual China-Indonesia Coal Procurement Matchmaking Meeting ini,” bebernya.

Diapun berharap bahwa peningkatan volume impor batu bara dari Indonesia yang diharapkan mencapai minimal 200 juta ton pada tahun 2021 mendatang akan bermanfaat bagi kerja sama ekonomi kedua negara. “Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan bahwa Indonesia sedang menggalakkan hilirisasi industri dari berbagai Sumber Daya Alam, seperti: nikel, bauksit, tembaga, zinc, timah, batu bara, CPO dan lainnya. Indonesia akan menciptakan mata rantai industri global yang terintegrasi khususnya untuk batere lithium serta mendorong penggunaan energi hijau untuk produk hijau,” urainya.

Baca juga:  Kemenko Maritim Bersemangat Bangun Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Selain mempromosikan potensi ekspor batu bara Indonesia, Menko Luhut juga menjelaskan mengenai UU Omnibus. “Pada dasarnya itu (UU Omnibus) bertujuan untuk mempermudah, menyederhanakan proses dan meningkatkan produktivitas dalam penyusunan peraturan,” tegasnya. Diapun lantas menjabarkan bahwa substansi utama omnibus law meliputi penerapan perizinan berbasis risiko, kesesuaian tata ruang, persetujuan lingkungan, dan penataan kewenangan perizinan berusaha (pusat dan daerah), berbagai kemudahan untuk sektor UMK (usaha mikro dan kecil) hingga terkait kluster ketenagakerjaan. “Ini kita upayakan dalam rangka menyederhanakan regulasi yang tumpang tindih agar lebih produktif dan efisien,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia, Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Peng Gang menyambut baik pertemuan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Batu Bara Tiongkok tersebut. Dia berharap agar kerja sama perdagangan batu bara antara Indonesia dan Tiongkok dapat berjalan lebih baik dimasa mendatang.

Mengutip keterangan dari perwakilan Asosiasi Pengusaha Batu Bara Tiongkok, dari Bulan Januari hingga Oktober tahun ini, volume perdagangan bilateral RI dan Tiongkok mencapai USD 62 miliar. Impor batu bara Indonesia ke Tiongkok mencapai 4,6 persen. Dan, Tiongkok adalah negara pengimpor batu bara terbesar di dunia. Sementara itu, Indonesia adalah pengekspor batu bara terbesar di dunia.

Baca juga:  Menko Luhut menjadi keynote speaker dalam Rakor II Penanganan Sampah Padat di Kawasan Regional, Perkotaan, dan Destinasi Pariwisata di Banjarmasin

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Wakil Presiden Dewan Industri Batu Bara Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional Su Chuanrong,  Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Pandu Sjahrir serta perwakilan asosiasi pengusaha batu bara kedua negara.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel