Siaran PersBerita DeputiDeputi 2

Tinjau Pertambakan Udang di Lampung, Deputi Safri: Guna Tingkatkan Produksi Udang Nasional

Dibaca: 67 Oleh Rabu, 9 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Tinjau Pertambakan Udang di Lampung, Deputi Safri: Guna Tingkatkan Produksi Udang Nasional
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-138/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves Lampung, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin melakukan tinjauan produksi udang di kawasan pertambakan udang Dipasena, Tulangbawang, Lampung, Senin (07/09). Kunjungan ini merupakan upaya dalam rangka meningkatkan produksi perikanan Indonesia, khususnya produksi udang nasional.

“Jadi pada senin kemarin kami melakukan kunjungan ke pertambakan udang di Lampung, tepatnya di Dipasena, Tulang Bawang. Kunjungan ini atas perintah Menko Marves (Luhut B. Pandjaitan) dalam rangka bagaimana mewujudkan keinginan Presiden Jokowi untuk meningkatkan produksi perikanan Indonesia serta demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Deputi Safri, Rabu (09/09).

Dalam tinjauan, Deputi Safri menjelaskan, setidaknya ada beberapa kendala yang harus segera dituntaskan di pertambakan udang Dipasena, antara lain mengenai sedimentasi yang berakibat sulitnya akses air dan pengelolaan kawasan yang lebih baik. Untuk itu dirinya akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji dan Sekampung untuk mengadakan kajian teknologi dan sistem yang tepat agar kendala seperti sedimentasi ini tidak terus berulang.

Baca juga:  Ada yang Tidak Suka 'Dwelling Time' Cepat

“Kita akan terus melakukan upaya-upaya dan langkah kongkrit bagaimana membangkitkan kembali pertambakan udang Dipasena dan produksi udang secara nasional,” pungkas Deputi Safri.

Untuk saat ini diketahui Luasan lahan pertambakan Dipasena 6.800 Ha yang terdiri dari 17.139 Petakan Tambak. Sedangkan Luasan Infrastruktur pendukung seluas 9.450 Ha mencakup Kanal irigasi primer, sekunder dan tersier, Dramaga, serta fasilitas umum lainnya. Untuk Luasan mangrove (Green belt) seluas 3000 Ha. Sampai dengan saat ini Jumlah Petambak mencapai 6.500 orang.

Sementara kapasitas produksi eksisting kurang lebih sekitar 5000 Ton, Namun jika dilakukan revitalisasi potensinya mencapai sekitar 45.163 Ton.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel