FotoBerita DeputiDeputi 5Siaran Pers

Upaya Pemerintah Pulihkan Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor

Dibaca: 315 Oleh Senin, 22 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 22 at 5.19.36 PM 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-747/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bogor, Untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor, pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan rapat koordinasi (rakor) pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, Bogor, Jawa Barat, Senin (22-11-2021). Hadir di acara ini Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan, Riset, Parekraf Kemenko Marves Agnes Wirdayanti mewakili Asisten Deputi (Asdep) Bidang SDM Parekraf Kemenko Marves Hermin Esti Setyowati yang membahas mengenai Strategi Pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Bogor.

Sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Setda) Kabupaten Bogor Nuradi mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan fasilitas pariwisata 55 daya tarik wisata, 18 rekreasi dan hiburan umum, 25 desa wisata, 395 akomodasi, 524 rumah makan dan restoran, 253 sanggar seni serta 1 kampung adat (urug). Selain itu diketahui kunjungan wisatawan mencapai 7,3 juta jiwa/tahun dengan objek wisata yang mendatangkan pengunjung terbesar di Kabupaten Bogor diantaranya Taman Safari Indonesia, Taman Wisata Matahari, Wisata Agro Gunung Mas dan Curug Cilember.

Baca juga:  Kemenko Maritim: Pulau Selayar Sangat Potensial untuk dijadikan KEK

Mengenai hal tersebut, Kabid Agnes mengungkapkan bahwa dibutuhkannya strategi dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemic covid-19 di Kabupaten Bogor, “Strategi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme salah satunya Pengembangan Desa Wisata,’ kata Kabid Agnes.

Kabid Agnes memaparkan, Pengembangan Desa Wisata harus difokuskan pada pengembangan yang terintegrasi dan kolaboratif dari 5 unsur penting pentahelix yang terdiri dari masyarakat (komunitas), pemerintah, industri, akademisi dan media sebagai katalisator.

“Yakni akademisi (berperan dalam berbagi informasi dengan pelaku stakeholder), Bisnis (ialah pengelola, warung masyarakat, pelaku usaha yang berperan sebagai enabler yang menghadirkan fasilitas dan kualitas untuk kemajuan ekonomi daerah), Komunitas (merupakan orang-orang yang berperan sebagai akselerator, Pemerintah (berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai kontroler) serta Media (berfungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan, penghibur, dan sebagai pengontrol sosial),” jelasnya tentang detil konsep pentahelix.

“SDM pariwisata dan ekonomi kreatif memegang peranan penting dalam menggerakkan roda industri. Dengan memiliki SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki kompetensi yang baik, maka pembangunan pariwisata dapat dilakukan secara optimal,” tambahnya.

Baca juga:  Menko Luhut Harap Reuni Magellan ke-10 di Tidore Tingkatkan Peran Strategis Luar Negeri RI

Untuk mendapatkan hasil yang optimal tersebut, dibutuhkan juga keterampilan digital untuk mendukung industri pariwisata selama dan pasca COVID-19. Keterampilan tersebut yakni Komunikasi dan kolaborasi (berbagi melalui teknologi digital), Komunikasi dan kolaborasi (berkolaborasi melalui teknologi digital), Konten dan kreasi digital (pengembangan konten), Menyelenggarakan pertemuan dan acara virtual, Bekerja dari rumah (mengendalikan diri, efektif dalam tim), Kemampuan untuk menganalisis permintaan dan menarik pelanggan baru melalui penawaran layanan baru, Menciptakan pengalaman online (dalam kasus penutupan), serta Bekerja dengan skenario yang berbeda.

“Dalam hal ini Kemenko Marves mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman dan investasi,” pungkas Kabid Agnes.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel Upaya Pemerintah Pulihkan Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor
FotoBerita DeputiDeputi 5Siaran Pers

Upaya Pemerintah Pulihkan Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor

Dibaca: 315 Oleh Senin, 22 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 22 at 5.19.36 PM 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-747/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bogor, Untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor, pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan rapat koordinasi (rakor) pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, Bogor, Jawa Barat, Senin (22-11-2021). Hadir di acara ini Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan, Riset, Parekraf Kemenko Marves Agnes Wirdayanti mewakili Asisten Deputi (Asdep) Bidang SDM Parekraf Kemenko Marves Hermin Esti Setyowati yang membahas mengenai Strategi Pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Bogor.

Sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Setda) Kabupaten Bogor Nuradi mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan fasilitas pariwisata 55 daya tarik wisata, 18 rekreasi dan hiburan umum, 25 desa wisata, 395 akomodasi, 524 rumah makan dan restoran, 253 sanggar seni serta 1 kampung adat (urug). Selain itu diketahui kunjungan wisatawan mencapai 7,3 juta jiwa/tahun dengan objek wisata yang mendatangkan pengunjung terbesar di Kabupaten Bogor diantaranya Taman Safari Indonesia, Taman Wisata Matahari, Wisata Agro Gunung Mas dan Curug Cilember.

Baca juga:  Kemenko Maritim: Pulau Selayar Sangat Potensial untuk dijadikan KEK

Mengenai hal tersebut, Kabid Agnes mengungkapkan bahwa dibutuhkannya strategi dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemic covid-19 di Kabupaten Bogor, “Strategi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme salah satunya Pengembangan Desa Wisata,’ kata Kabid Agnes.

Kabid Agnes memaparkan, Pengembangan Desa Wisata harus difokuskan pada pengembangan yang terintegrasi dan kolaboratif dari 5 unsur penting pentahelix yang terdiri dari masyarakat (komunitas), pemerintah, industri, akademisi dan media sebagai katalisator.

“Yakni akademisi (berperan dalam berbagi informasi dengan pelaku stakeholder), Bisnis (ialah pengelola, warung masyarakat, pelaku usaha yang berperan sebagai enabler yang menghadirkan fasilitas dan kualitas untuk kemajuan ekonomi daerah), Komunitas (merupakan orang-orang yang berperan sebagai akselerator, Pemerintah (berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai kontroler) serta Media (berfungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan, penghibur, dan sebagai pengontrol sosial),” jelasnya tentang detil konsep pentahelix.

“SDM pariwisata dan ekonomi kreatif memegang peranan penting dalam menggerakkan roda industri. Dengan memiliki SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki kompetensi yang baik, maka pembangunan pariwisata dapat dilakukan secara optimal,” tambahnya.

Baca juga:  Menko Luhut Harap Reuni Magellan ke-10 di Tidore Tingkatkan Peran Strategis Luar Negeri RI

Untuk mendapatkan hasil yang optimal tersebut, dibutuhkan juga keterampilan digital untuk mendukung industri pariwisata selama dan pasca COVID-19. Keterampilan tersebut yakni Komunikasi dan kolaborasi (berbagi melalui teknologi digital), Komunikasi dan kolaborasi (berkolaborasi melalui teknologi digital), Konten dan kreasi digital (pengembangan konten), Menyelenggarakan pertemuan dan acara virtual, Bekerja dari rumah (mengendalikan diri, efektif dalam tim), Kemampuan untuk menganalisis permintaan dan menarik pelanggan baru melalui penawaran layanan baru, Menciptakan pengalaman online (dalam kasus penutupan), serta Bekerja dengan skenario yang berbeda.

“Dalam hal ini Kemenko Marves mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman dan investasi,” pungkas Kabid Agnes.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel