HeadlineBerita

Upayakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Menko Marves Pimpin Rakor dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Dibaca: 74 Oleh Rabu, 25 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 25 at 18.13.40
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-527/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (24-08-2021). Dalam kesempatan tersebut, Didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake dan Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo. Rapat ini diadakan dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, termasuk di bagian timur.

Terdapat delapan topik penting yang dibahas dalam rapat ini, mencakup kawasan industri prioritas dan smelter, infrastruktur penunjang Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, pembangunan Science Technology Industrial Park (StiPark), jaringan konektivitas transportasi utama, pembangunan Waduk Kerekeh, pembangunan jembatan Lewamori, penguatan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta infrastruktur pendukung kawasan Gili. “Semua ini kita bahas karena saya yakin sebagian sudah memperoleh kemajuan penyelesaian, sementara sebagian lainnya masih memerlukan akselerasi bersama,” sebut Menko Luhut membuka rapat.

Menyambung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa kawasan sektor pertanian yang menjadi konsentrasi adalah bidang pangan dan hortikultura. “Selain itu, nampaknya kita juga bisa kembangkan agrowisata di sana,” sebutnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menko Luhut menyampaikan apresiasi atas koordinasi antara Gubernur dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Udayana yang berperan dalam sektor pertanian untuk membantu petani kecil, termasuk dalam mendukung peningkatan agrowisata dan produktivitas pertanian yang potensial. Agrowisata ini juga berkaitan erat dengan pendekatan Desa Wisata yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata untuk menyukseskan DPSP Mandalika.

Baca juga:  Kunjungi Pesantren As Tsaqafah ,, Menko Luhut berikan Keynote Speakernya

Terkait DPSP Mandalika, diperlukan pelebaran jalan ruas Lembar-Sekotong-Pelangan sepanjang 7,5km untuk meningkatkan kapasitas jalan penghubung Mandalika dengan Pelabuhan Gili Mas/Lembar dan peningkatan kapasitas ruas jalan Simpang Songgong-Masjid Nurul Bilad sepanjang 5,4 kilometer untuk menghindari bottlenecking dari dan ke sirkuit Moto GP Mandalika. Perihal infrastrukturnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa di NTB, pihaknya telah menyiapkan bandara dan pelabuhan yang memadai, serta pembangunan fasilitas integrasi antarmoda dan penyediaan fasilitas keselamatan jalan, seperti penerangan dan pengaman, untuk mendukung pelaksanaan Moto GP dan konektivitas secara umum.

Membahas soal teknis acara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan melibatkan tenants KEK Mandalika untuk ikut serta dalam acara. Menteri Bahlil juga menyampaikan pihaknya sedang menyusun masterplan untuk sektor-sektor prioritas di NTB. Sebagai informasi, lima besar sektor Penanaman Modal Asing (PMA) di NTB adalah pertambangan, hotel dan restoran, listrik, gas dan air, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, serta jasa lainnya. Sementara itu, lima besar sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di NTB adalah pertambangan, listrik, gas dan air, transportasi, gudang dan telekomunikasi, hotel dan restoran, serta industri makanan. Secara khusus disampaikan bahwa penyelesaian lahan Gili Trawangan akan diselesaikan dalam waktu dekat, penyelesaian smelter akan menjadi fokus, serta insentif rencananya akan diberikan kepada para tenants di KEK Mandalika.

Baca juga:  Kemenko Maritim Mengurai Tantangan Ekstentifikasi Lahan Garam Nusa Tenggara Timur

Membahas soal Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno juga menceritakan soal tren berwisata saat ini yang lebih berkualitas dan berkelanjutan sehingga mulai memanfaatkan transportasi yang ramah lingkungan dan sumber energi baru terbarukan (EBT). Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyatakan bahwa NTB memang memiliki potensi yang sangat besar dan masih bisa dioptimalkan hingga 21,66 gigawatt (GW). “Di sana sudah ada pembangkit EBT sebanyak 4,4 persen dari total kapasitas pembangkit di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai wilayah yang pemasukan utamanya berasal dari sektor pariwisata, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa saat ini persentase realisasi APBD di NTB berada di bawah 60 persen, yakni hanya 51,58 persen. Hal ini diprediksi akibat tidak berjalannya sektor pariwisata sehingga ia pun mendorong percepatan vaksinasi. “Apalagi Moto GP akan diadakan 12-14 November besok,” pungkasnya.

Menambahkan, Deputi Ayodhia juga menjelaskan lebih lanjut tentang poin-poin pembahasan rapat koordinasi.

Diketahui bahwa Kawasan Industri Sumbawa Barat seluas 1.200 hektar termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. “Pengembangan industri pertanian, perikanan, dan kehutanan di Provinsi NTB cukup potensial dan tersebar di sebagian besar wilayah provinsi seperti Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Mataram,” ucap Deputi Ayodhia. Ia menjelaskan bahwa sektor unggulan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan pertumbuhan rata-rata 4 persen setiap tahun.

Baca juga:  Kegiatan Focus Group Discussion (FGD)

Di NTB, sambungnya, juga direncanakan akan dibangun Stipark supaya nantinya dapat menjadi inkubator wirausaha, pusat pengembangan teknologi dan inovasi, memfasilitasi bisnis proses dan kemitraan, serta menjadi kawasan eduwisata teknologi.

Pemerintah juga mempertimbangkan optimalisasi konektivitas dan aksesibilitas, yaitu dengan rencana dibangunnya jembatan Lewamori, pengembangan Bandara Internasional Lombok Praya, dan pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo, Kabupaten Dompu. Selain itu, akan dibangun Waduk Kerekeh untuk mendukung program ketahanan nasional dan membantu irigasi lahan seluas 4.500 hektar.

“Illegal logging, kebakaran, pemanfaatan hutan tidak lestari, dan pengalihan status hutan yang menyebabkan bencana banjir pun memerlukan perhatian kita semua,” sebut Deputi Ayodhia. Ia pun menjelaskan ketahanan bencana dan perubahan iklim perlu menjadi pertimbangan besar sehingga akan dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan yang menggunakan skema kemitraan dan menjunjung kelestarian alam.

Lalu, kembali soal pengendalian Pandemi Covid-19, Gubernur NTB Zulkieflimansyah optimis akan mampu menjadi tuan rumah yang baik untuk acara World Super Bike bertaraf internasional. “Kami akan ikuti arahan Bapak Presiden yang menargetkan kami untuk segera melakukan vaksinasi hingga 75 persen. Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah pusat bisa bantu kami untuk menyediakan vaksin yang cukup sebelum acara,” pintanya.

Menutup rakor, Menko Luhut mengingatkan kembali agar pengerjaan proyek berfokus pada program-program prioritas dan tidak dilakukan tergesa-gesa. “Apapun yang kita lakukan harus fokus, harus jadi,” tegasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel