FotoBerita DeputiDeputi 1

Wujudkan Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan, Indonesia Berpartisipasi Aktif dalam Pertemuan Panel Ekonomi Tingkat Tinggi SHERPA ke-18

Dibaca: 35 Oleh Kamis, 18 Maret 2021Mei 7th, 2021Tidak ada komentar
Wujudkan Ekonomi Laut yang Berkelanjutan, Indonesia Berpartisipasi Aktif dalam Pertemuan Panel Ekonomi Tingkat Tinggi SHERPA ke-18
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-171/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

MarvesJakarta, Indonesia terus berupaya mewujudkan ekonomi kelautan yang berkelanjutan. Bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) turut berpartisipasi aktif dalam 18th Sherpa Meeting High Level Panel Sustainable Ocean Economy (HLP SOE) pada hari Rabu (17-03-2021). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 14 negara anggota untuk membahas pengaturan dan best practices (pengalaman-pengalaman terbaik) ekonomi laut yang berkelanjutan.

“Hukum Laut Internasional memberi peluang besar untuk mengembangkan eksploitasi sumber daya alam di laut dan di bawah laut. Hal tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari permintaan sumber daya laut untuk pangan, energi, mineral, serta transportasi yang terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan penduduk dunia yang mencapai sekitar 9 miliar pada tahun 2050,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo selaku perwakilan Delegasi Indonesia.

Melanjutkan hal tersebut, dia mengungkapkan pentingnya mengelola sumber daya alam di laut secara berkelanjutan. Hal ini diperlukan agar lautan bisa memiliki kapasitas untuk beregenerasi, lebih produktif, dan mendukung kesejahteraan bagi rakyat. Komitmen ini menurutnya akan menuntut pemerintah untuk mendukung dan mendorong ekonomi laut yang berkelanjutan dengan memfasilitasi akses ke keuangan dan bukti kebijakan.

Baca juga:  Kemenko Marves Adakan Penelitian RKA-K/L Guna Revisi DIPA Seiring Perubahan SOTK

Sustainable Ocean Partnership (kemitraan laut berkelanjutan) sudah saatnya dapat menjadi ‘media strategis’ bagi kerja sama regional yang lebih luas di kawasan, meliputi bidang kerja sama maritim, konektivitas laut, UN-SDGs 2030, dan ekonomi serta bidang-bidang lain yang memungkinkan,” sambung Deputi Basilio.

Dalam hal tersebut, Indonesia berharap Sustainable Ocean Partnership dapat menjawab tantangan strategis di kawasan, dan mendorong kerja sama kawasan yang lebih luas, khususnya dalam memperkuat kerja sama ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

Deputi Basilio juga menyampaikan, Pemerintah Indonesia telah mendukung dan mendorong ekonomi laut yang berkelanjutan melalui regulasi nasional untuk implementasi Rencana Tata Ruang Laut 3 Dimensi (3D), memperkuat kerja sama regional dengan Australia dan Timor Leste di kawasan Arafura dan Laut Timor (ATS) di bawah proyek ATSEA II hingga tahun 2022 dan GloLitter Partnerships Project yang bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO),  dan Norwegia.

Selanjutnya, guna mencapai komitmen melalui 74 tindakan prioritas pada Dokumen Transformasi Sustainable Ocean Economy, Indonesia telah mengidentifikasi tindakan dan program dan akan menginformasikan kemajuannya ke Sekretariat pada tanggal 2 April 2021.

Baca juga:  Menko Luhut Terima Kunjungan Greg Walden

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel