ArtikelBerita

Wujudkan Komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), Kemenko Marves adakan Monev SDGs tahun 2021 serta Launching Buku Evaluasi TPB tahun 2020

Dibaca: 15 Oleh Jumat, 23 April 2021Tidak ada komentar
Wujudkan Komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), Kemenko Marves adakan Monev SDGs tahun 2021 serta Launching Buku Evaluasi TPB tahun 2020
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-212/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Bogor, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Biro Perencanaan mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sustainable Development Goals (SDGs) (23-04-2021). Pelaksanaan monev tersebut merupakan upaya melaksanakan amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Berkelanjutan.

“Melalui monev ini kita akan melihat capaian SDGs tahun 2020 dan target SDGs 2021 lingkup koordinasi Kemenko Marves dan 7 Kementerian/Lembaga (K/L) di bawahnya,” ucap Sekretaris Kemenko Marves, Agung Kuswandono, pada pembukaannya.

Menurutnya, target pembangunan berkelanjutan di Indonesia umumnya terhambat dengan kurang tajamnya management pelaksanaannya. Karena jika dilihat dari sumber daya alam, Indonesia merupakan negara yang kaya.

“tata kelola sumber daya alam yang kita miliki jika pengelolaannya lebih tajam maka dapat menjadikan negara kit aini dikategorikan sebagai negara yang sejahtera,” tambah Sesmenko Agung.

Sesmenko Agung menyatakan bahwa tata Kelola sumber daya tersebut tidak dapat dilaksanakan masing-masing ataupun menjadi tanggung jawab eksklusif salah satu pihak, karena menurutnya banyak pengelolaan yang dapat dilaksanakan bersama oleh sejumlah instansi agar lebih efektif dalam pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca juga:  Kemenko Maritim : Indonesia Bisa Jadi Pusat Studi Bencana Internasional

Terkait pelaksanaan bersama, Kepala Biro (Karo) Perencanaan Kemenko Marves, Arif Rahman, mengatakan,
“kita telah membentuk tim/Pokja tahun 2020 untuk melakukan monev di internal Kemenko dan 7 K/L dalam lingkup koordinasinya. Selanjutnya telah dilakukan sejumlah pertemuan pembahasan dengan pendampingan dari tim sekretariat Bappenas,” ucap Karo Arif.

Dari sejumlah pertemuan yang telah dilaksanakan tersebut, Karo Arif menuturkan telah teridentifikasi target pembangunan berkelanjutan pada masing-masing K/L. tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut yaitu TPB 6 (goals no.6) berkaitan dengan penyediaan air bersih dan sanitasi, TPB 7 (goals no.7) berkaitan dengan energi bersih dan terjangkau, TPB 8 (goals no.8) berkaitan dengan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, TBP 9 (goals no.9) berkaitan dengan industri, inovasi, dan infrastruktur, TPB 11 (goals no.11) berkaitan dengan kota dan komuniktas yang berkelanjutan, TPB 12 (goals no.12) berkaitan dengan konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, TPB 13 (goals no.13) berkaitan dengan penanganan perubahan iklim, TPB 14 (goals no.14) berkaitan dengan menjaga ekosistem laut, TPB 15 (goals no.15) berkaitan dengan menjaga ekosistem darat, dan TPB (goals no.17) berkaitan dengan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Baca juga:  Menko Luhut: Banyak Peluang Bagi Korsel untuk Berinvestasi di Indonesia, dari Ikan hingga Logam Tanah Jarang (LTJ)

“Berbagai banyak goals yang didukung 7 K/L dalam lingkup koordinasi Kemenko Marves ini, tidak mudah untuk kita gabungkan pemikirannya, sehingga memang diperlukan semacam taskforce agar semua pemikiran bisa saling menunjang dan berkontribusi dalam pencapaian target SDGs yang Bappenas harpkan” tutur Sesmenko Agung.

Menurutnya dengan demikian, tujuan SDGs yang dikerjakan bersama tersebut dapat betul-betul mensejahterakan masyarakat.
Setali tiga uang dengan arahan Sesmenko Agung untuk pembentukan taskforce, Ketua Tim Pokja SDGs 2020 Kemenko Marves, Tukul Rameyo Adi, menyampaikan,
“Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan ini tentunya tidak bisa sendiri, Kemenko Marves beserta 7 K/L lingkup koordinasinya perlu berkoordinasi dengan Bappenas dan Kantor STaf Presiden (KSP). Karena khususnya Bappenas adalah sebagai Sekretariat SDGs Nasional, kedua Lembaga itulah yang melihat apakah tujuan SDGs tersebut sudah terselenggara dengan baik,” ucapnya.

Ketua Pokja Rameyo mengingatkan bahwa matriks yang terdapat pada buku evaluasi masih dapat berubah, perlu dilakukan sejumlah review lanjutan dengan Bappenas, terutama dengan banyaknya kebijakan baru yang bersinggungan dengan usaha pemulihan ekonomi dan pembangunan dari dampak pandemi.

Baca juga:  '' Penangkapan Ikan Ilegal " Indonesia Mendorong Pembentukan Instrumen Baru di Kawasan

“Kami harapkan pada kegiatan ini akan terhimpun dengan lebih lengkap data capaian SDGs tahun 2020 pada masing-masing K/L dalam lingkup koordinasi Kemenko Marves. Mengingat monev tahun sebelumnya tidak terlaksana dengan baik karena adanya pandemi,” harap Karo Arif.

Dirinya menambahkan bahwa pihaknya juga berharap pada kegiatan monev ini tersusun draft revisi indikator SDGs tahun 2021 serta mulai disusunnya rencana aksi pelaksanaan monev 2021.

Pada kesempatan yang sama, Sesmenko Agung sekaligus meluncurkan Buku Evaluasi SDGs Indonesia sebagai wujud komitmen untuk melaksanakan SDGs pembanguan nasional dan tujuan pembangunan global.

Kegiatan monev SDGs tersebut juga diisi dengan paparan capaian SDGs tahun 2020 dan target SDGs tahun 2021 serta rencana aksi pada masing-masing K/L lingkup koordinasi Kemenko Marves.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel