Guna Menunjang Pengembangan TSTH2, Kemenko Marves Kunjungi Dexa Laboratories Of Biomolecular Science (DLBS)

Guna Menunjang Pengembangan TSTH2, Kemenko Marves Kunjungi Dexa Laboratories Of Biomolecular Science (DLBS)

MarvesJawa Barat, Menindaklanjuti audiensi pimpinan Dexa Medica ke Kemenko Marves pada tanggal tanggal 11 Mei 2023, Asdep Pengelolaan DAS dan Konservasi Sumber Daya Alam, M. Saleh Nugrahadi memimpin kunjungan ke Dexa Laboratories of Biomolecular Science (DLBS) pada Selasa, 13 Juni 2023. Kunjungan lapangan dan rapat koordinasi ini dilakukan bersama dengan perekayasa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan peneliti dari Institute Teknologi Del.

DLBS merupakan salah satu unit PT Dexa Medika yang berfokus pada riset dan pengembangan produk berbasis senyawa bioaktif tanaman dan protein bioaktif. DLBS merupakan 3 (tiga) perusahaan besar di Indonesia dan aktif pada 4 (empat) benua dengan fasilitas berstandar BPOM. DLBS merupakan institusi yang pertama kali yang mendapatkan izin Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dari Pemerintah Republik Indonesia.

DLBS mempunyai misi yang sama dengan TSTH2, yakni dalam mengembangkan obat herbal dengan memanfaatkan kekayaan alam  nasional berupa sumber-sumber kehidupan organisme seperti tumbuhan, hewan, dan mikroba untuk meningkatkan taraf hidup manusia, melalui temuan obat-obat baru dari bahan alam Indonesia. Pihak DLBS juga menceritakan bahwa sempat memanfaatkan daun bangun-bangun dari Kabupaten Humbang Hasundutan yang mempunyai manfaat untuk memperlancar ASI, namun hal tersebut terkendala oleh minimnya ketersediaan pasokan (belum dikembangkan untuk produksi). Pihaknya pun saat ini sedang mencoba memetakan potensi bahan baku di Sumatera, akan tetapi belum menemui koneksi dan supplier yang tepat. DLBS/Dexa Medika sampai saat ini belum masuk pada riset dan bisnis bahan baku herbal. Pemenuhan kebutuhan bahan baku herbal dilakukan melalui pasokan supplier terpilih dengan persyaratan teknis mutu yg dikontrol yang mayoritas berasal dari mitra petani yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam kunjungan ini, pihak DLBS memandu tur ke laboratorium DLBS yang terdiri dari tiga lantai dan sepuluh laboratorium utama. Asdep Saleh dan rombongan mendapatkan keterangan dan melihat langsung aktivitas di laboratorium dan peralatan riset yang sangat lengkap yang ada di DLBS.  Peralatan laboratorium fisika termasuk scanning electron microscope (SEM), berbagai peralatan untuk ekstraksi, ,uji klinis sampai produksi dipertunjukkan oleh manager lab DLBS. Sangat menarik pula melihat kecekatan para peneliti muda yang bekerja di laboratorium. Selain tenaga sarjana dan magister alumni lulusan universitas ternama nasional yang menjadi tenaga inti peneliti, DLBS pun merekrut alumni SMK Farmasi yang bekerja sebagai asisten peneliti.

Terkait laboratorium, DLBS merupakan laboratorium yang bertumbuh. Artinya secara bertahap dilengkapi sesuai dengan kebutuhan riset dan pengembangan produk. Saat ini dengan peralatan yang sudah lengkap menjadikan DLBS sangat produktif dalam melakukan riset. Dalam satu tahun terdapat sekitar 60 (enam puluh) topik riset dan ratusan sub topik riset dikerjakan oleh sekitar 100 periset di DLBS. Riset pengembangan produk untuk indikasi penyakit terpilih yang berorientasi bisnis menjadi arah dan prioritas DLBS. Topik-topik riset dirumuskan berdasarkan pada masukan cerdas dari periset dan pandangan terkait kebutuhan pasar tim marketing serta keputusan strategis manajemen. Komitmen perusahaan yang mengalokasikan 5% dari revenue untuk riset menjadi salah satu industri farmasi PMDN yang kuat dalam melakukan inovasi.

Ke depan terbuka ruang kolaborasi berupa konsorsium riset pengembangan tanaman obat,  akademisi yang diwadahi oleh TSTH2 (IT Del, IPB dsb), lembaga riset (BRIN), dan pihak industry (Dexa Medica) yang dikoordinasi oleh Kemenko Marves.


Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
No.SP-126/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2023