Kemenko Maritim Pelopor K/L Yang Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab di Area Perkantoran
Maritim-Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), menjadi Kementerian/Lembaga (K/L) yang pertama meluncurkan program “Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab di Area Perkantoran”.
Sekretaris Kemenko Maritim, Agus Purwoto menuturkan, agar kiranya hal tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan Kemenko Maritim saja, namun dapat menjadi contoh bagi K/L lain supaya menerapkan program yang sama.
“Saya berharap ini nantinya menjadi pilot project dan ke depannya bukan hanya diterapkan di lingkungan Kemenko Maritim sendiri, bahkan nanti agar sampai menjadi pilot project di seluruh K/L lainnya,” ujarnya saat ditemui seusai acara launching program cinta lingkungan tersebut, di Kantor Kemenko Maritim, Rabu (27/12).
Purnawirawan TNI AL tersebut mengungkapkan, program ini ditujukan agar seluruh pihak dapat mempraktekkan budaya bersih dan dapat memperlakukan sampah secara bijak dan bertanggung jawab, utamanya pemilahan sampah yang dapat di daur ulang (recycle). Dirinya juga menghimbau, supaya seluruh pegawai di lingkup Kemenko Maritim sendiri yang dapat memberikan contoh baik, atau dengan kata lain harus bisa menjadi pembaharu.
“Mari kita kelola dengan baik untuk sampah ini, tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk generasi mendatang. Setelah melalui program ini, dan sosialisasi. Saya berharap semua pihak di sini akan menjadi insan dan juga pembaharu untuk memperlakukan sampah secara bijak,” imbuhnya.
Sementara, Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin menambahkan. Ia sangat mengapresiasi program ini, karena menurutnya adalah suatu hal yang kurang etis apabila, Kemenko Maritim yang telah berkampanye untuk terus cinta lingkungan dan hidup bersih, namun di internal sendiri justru belum dapat mengelola sampah dengan baik.
“Sangat sayang, kalau kita bicara tentang sampah di mana-mana, namun kita di lingkungan Kemenko Maritim sendiri belum bisa mengelola sampah dengan baik, ini tentang bagaimana kita sendiri bisa lebih awal bergerak daripada Kementerian lain, sebab apa yang harus kita sampaikan ini harus sama dengan apa yang kita lakukan,” katanya.
Program “Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab di Area Perkantoran”, adalah sosialisasi tentang cara memperlakukan sampah yang dihasilkan pegawai di lingkup Kemenko Maritim. Kampanye yang dilakukan, di antaranya adalah tentang bagaimana memilah-milah sampah menurut jenisnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Waste 4 Change (mitra sosial yang digandeng oleh Kemenko Maritim untuk program ini), sumber utama dari permasalahan sampah di Indonesia adalah, sebanyak 81 persen sampah-sampah tersebut tidak dipilah menurut jenisnya, dan langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sekitar 7 persen sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, 5 persen dikubur dan 10 persen dibakar dan asapnya mencemari udara, dan 9 persen sampah-sampah tersebut belum dikelola (ini yang biasanya bocor ke sungai).
Seperti yang terjadi di Sungai Citarum, utamanya di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, di mana hanya 1 persen sampah itu yang bocor ke sungai, namun dampaknya sangat mengerikan, karena hampir seluruh permukaan sungai ditutupi oleh sampah berbagai jenis. Maka dari itu semangat untuk terus memerangi sampah harus terus digaungkan oleh semua pihak.