Kemenko Marves Monitor Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Kabupaten Garut

Kemenko Marves Monitor Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Kabupaten Garut

Marves - Garut, Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Asdep IPW Kemenko Marves) Djoko Hartoyo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (19-09-2022). “Hari ini kita meninjau pembangunan infrastruktur dan pembangunan wilayah di Kabupaten Garut. Setelah itu, besok akan ada rapat koordinasi (rakor) untuk mengetahui update penyiapan dokumen Readiness Criteria, terutama terkait kesiapan lahan,” tutur Asdep Djoko saat bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah yang disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan. “Untuk proyek di Garut, ada proyek yang diselenggarakan oleh Pemkab dan ada juga proyek yang diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov),” sebut Kepala Bappeda Garut Didit Fajar Putradi.

Setelah melakukan pertemuan di Kantor Bappeda, Asdep Djoko beserta perwakilan Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan ke tiga titik. Pertama, Jembatan Cimanuk Copong, khusunya di bagian cut and fill tempat akses masuk jembatan dan lokasi pembangunan jembatan Cimanuk tahap 1.

Jembatan yang berjarak 4 kilometer dari pintu keluar tol tersebut akan dibangun sepanjang 290 meter. Terkait lahan telah selesai dibebaskan, hanya segmen 5 dan segmen 6 yang direncanakan akan menunggu APBN tahun 2023 mendatang.

Kedua, Asdep Djoko bersama rombongan meninjau pembangunan Jalan Lingkar Cipanas. Untuk lokasi yang akan diberi nama Jalan Letnan Jenderal Ibrahim Adji tersebut memiliki dua alternatif pembangunan jalan, yaitu akan dibangun dengan garis lurus atau melengkung. Dinas PUPR berharap dapat dibuat jalur lurus sebagaimana Detail Engineering Design yang telah dibuat dan menyesuaikan dengan anggaran serta estetika. “Jika jalan yang dipilih adalah yang lurus, maka panjangnya hanya 60 meter, sedangkan alternatif jalur melengkung sepanjang 300 meter,” ujar perwakilan dari Dinas PUPR. Saat ini masih dalam pembahasan persetujuan kerjasama dengan KLHK untuk pemanfaatan lahan kawasan Cagar Alam Kaki Gunung Guntur.

Apabila telah selesai dibangun, Jalan Lingkar Cipanas akan mampu mendukung aksesibilitas menuju Jalan Tol Cigatas, meningkatkan aksesibilitas kawasan wisata Cipanas Garut, dan mengurai kemacetan di pintu masuk Garut dari arah Bandung.

Terakhir, Asdep Djoko melakukan survei ke Jalan Soekarno Hatta yang menuju ke exit Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya). Jalan tersebut akan dibangun sepanjang 4 kilometer.

“Melalui peninjauan ini, kami jadi memiliki gambaran untuk rapat koordinasi besok. Kami juga dapat memastikan kondisi di lapangan untuk hal-hal yang akan kami tindaklanjuti nantinya,” pungkas Asdep Djoko di akhir kunjungan lapangan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

No.SP-232/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2022