Distribusi Bantuan dari Yayasan Taiwan Mulai Dilakukan

Marves-Jakarta. Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi pada hari Senin (27/4/2020) mulai melakukan distribusi pembagian bantuan alkes dari Yayasan Taiwan. Distribusi dilaksanakan di fasilitas pergudangan BNPB di Jakarta.
Pendistribusian bantuan dilakukan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi diwakii Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa kepada pihak-pihak yang menerimanya. Deputi Purbaya berharap bantuan ini bisa membantu Indonesia memerangi wabah ini. "Semoga bantuan ini bisa memberi manfaat semaksimal mungkin dan digunakan oleh pihak yang memang membutuhkannya," ujar Deputi Purbaya.
Adapun distribusi yang dilakukan pada acara tersebut sebagai berikut: Jawa Timur menerima 50.000 masker medikal hijau, 3.000 pelindung wajah dan hampir 34.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri senilai total lebih dari 3,5 miliar rupiah. Kotamadya Bogor menerima 10.000 masker medikal hijau 600 pelindung wajah dan 6.500 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri total senilai hampir 380 juta rupiah. Sukabumi menerima 10.000 masker medikal hijau 625 pelindung wajah 4.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri senilai total 333 juta rupiah. BNPB menerima 20.000 masker medikal hijau, 2.000 pelindung wajah, dan 13.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri senilai total 1 miliar lebih. PB IDI menerima 30.000 masker medikal hijau, 25.000 pelindung wajah 13.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri senilai total lebih dari 971 juta. PBNU menerima 10.000 masker medikal hijau lebih dari 93 juta. Kawasan wisata Danau Toba juga menerima bantuan APD dengan nilai sekitar 300 juta.
Pilot: Semoga Tepat Sasaran
Seperti diketahui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan bantuan penuh dari TNI Angkatan Udara pekan lalu telah menyelesaikan tugasnya melakukan penjemputan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dari sebuah Yayasan Taiwan, ke pabriknya di Phnom Penh, Kamboja.
Pada hari Jumat (24/4/2020) dini hari TNI AU mengerahkan pesawat TNI AU Hercules C130 dengan 13 awaknya untuk melakukan penjemputan ke lokasi perusahaan Medtech tempat APD tersebut di produksi di ibukota Kamboja tersebut. Misi ini dipimpin oleh Letkol Pnb Teddy Saputra, Kaopslat Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, yang sudah berkualifikasi sebagai instruktur. Setelah transit sesaat di Bandar Udara Ranai di Natuna, pesawat ini melanjutkan penerbangan ke Phnom Penh. Setibanya di Phnom Penh misi disambut oleh Dubes Indonesia untuk Kamboja, Bapak Sudirman Haseng dan GM dari Medtech Bapak Larry Kao. Proses pengiriman bantuan seberat hampir 11 ton ini berjalan mulus dan efisien atas bantuan para staf KBRI dan Medtech. Setelah berhenti selama kurang lebih tiga jam, pesawat yang membawa bantuan ini, terbang kembali ke Indonesia. Jumat malam, pesawat transit dan bermalam di Ranai sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Misi ini berhasil mendarat pada pukul 07.45 di pangkalan udara Halim Perdanakusuma.
Kapt. Teddy berharap semoga bantuan ini dapat tersalurkan tepat sasaran. "Semoga alkes dan APD yang telah sampai di Jakarta ini bisa sampai kepada yang benar-benar membutuhkan karena Indonesia hingga saat ini masih kekurangan alkes untuk melawan Covid-19. Kami berharap msh ada terobosan lagi untuk memenuhi kebutuhan alkes tersebut," ujar Kapt. Teddy sesampainya pesawat di Jakarta.
Sementara itu Ketua Yayasan Ishihara, Sean Ishihara mengatakan bahwa menurutnya memberikan donasi berupa APD, untuk saat ini adalah paling tepat, karena alat ini dibutuhkan oleh hampir seluruh negara di dunia dan tidak ada satu negarapun yang menyatakan kelebihan stock APD. "Ketika pandemi COVID19 mulai merebak di Indonesia, saya percaya bahwa cara terbaik untuk mendukung Indonesia adalah melindungi pekerja medis. Karena itu saya memutuskan untuk membantu dengan alat pelindung medis berkualitas terbaik ke Indonesia. Saya memanfaatkan jaringan medis global kami yang cukup luas, untuk menemukan peralatan medis yang tersedia. Tentunya bukan suatu yang mudah, karena saat ini hampir seluruh negara dunia membutuhkan pasokan APD. Jadi ini suatu kehormatan bagi kami untuk melakukan sesuatu bagi Indonesia," ujarnya saat dihubungi di Taipei.
Bagi Kapt. Teddy, memimpin misi seperti ini bukanlah yang asing, ia pernah membawa bantuan kemanusiaan ke beberapa wilayah seperti ke Aceh, Padang, Yogyakarta, Lombok, Palu, Papua. Ia juga pernah membawa misi bantuan ke luar negeri, antara lain ke Nepal, Bangladesh, Myanmar, China, Papua Nugini, Filipina, dan banyak lagi. "Tetapi misi ini agak sedikit berbeda. Sebelumnya kita mengantarkan bantuan ke daerah bencana, yang sekarang kita mengambil barang bantuan yang sangat diperlukan oleh bangsa kita, sehingga misi ini harus terlaksana. Dari awal perencanaam kami sudah memperhitungkan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya hambatan-hambatan selama proses penjemputannya," ujar Kapt. Teddy yang saat ini, bersama awak lainnya, masih menjalani karantina mandiri sebagai prosedur wajib setelah bepergian ke luar negeri.
Sementara itu Sean Ishihara berharap Indonesia bisa melalui masa pandemi ini dalam waktu yang tidak lama. "Saya sudah menjalin persahabatan yang kuat di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Setiap satu bulan saya pasti berkunjung ke Indonesia. Inilah sebabnya mengapa saya selalu mengatakan, sebagai orang Jepang-Taiwan, Indonesia seperti negara kedua bagi saya. Semoga Indonesia tetap kuat dan tegar menghadapi wabah ini," ujarnya.
Yayasan ini secara keseluruhan mengirimkan 15 set ventilator, 140.000 set APD, 20.000 alat pelindung wajah dan masker medis sebanyak 300.000 buah yang dipesan dari beberapa negara yaitu Kamboja, Filipina dan Taiwan sendiri. Menurut Yayasan tersebut, bantuan medis yang dikirimkan dalam tiga gelombang tersebut adalah produk-produk dengan kualitas terbaik.
Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi [gallery size="medium" ids="47729,47730,47731"]